Cilok Jamur Kuping: Inovasi Camilan Sehat untuk Remaja Anemia dengan Potensi Ekonomi dan Kesehatan

Main Article Content

Aisya Defiana Putri
Annisa Diah Fitaloka
Annisa Safira
Wafiq Azizah
Ermina Syainah
Aprianti Aprianti
Syahrial Shaddiq
Steven Kenli

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan umum di kalangan remaja yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan fisik. Salah satu pendekatan dalam menanggulangi anemia adalah melalui intervensi gizi, khususnya dengan mengembangkan camilan sehat berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk inovatif bernama 'Cilok Jamur Kuping' yang tinggi zat besi dan sesuai sebagai camilan untuk remaja anemia. Metode yang digunakan meliputi formulasi bahan dasar tepung tapioka, jamur kuping sebagai sumber zat besi nabati, serta penambahan bahan pangan lain seperti daun bayam, bawang putih, dan saus berbasis kecap. Produk ini diuji dari segi daya terima, kandungan gizi, serta potensi kontribusi terhadap kebutuhan zat besi harian remaja. Hasil menunjukkan bahwa produk cilok jamur kuping memiliki rasa dan tekstur yang disukai responden dan mampu memberikan kontribusi zat besi sebesar 15–20% dari Angka Kecukupan Gizi harian. Dengan demikian, produk ini memiliki potensi sebagai camilan fungsional dalam pencegahan anemia pada remaja. Dengan demikian, produk ini memiliki potensi sebagai camilan fungsional dalam pencegahan anemia pada remaja.
Selain itu, pemanfaatan bahan pangan lokal yang murah dan mudah diperoleh menjadikan cilok jamur kuping memiliki nilai ekonomi yang baik untuk dikembangkan sebagai usaha kecil menengah. Dengan harga terjangkau, produk ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan remaja sekaligus membuka peluang wirausaha berbasis pangan sehat.

Article Details

Section

Articles