Modifikasi Labu Kuning (Curcubita Moschata) pada Donat sebagai Camilan Tinggi Vitamin A untuk Mencegah Kekurangan Vitamin A pada Anak: Aspek Kesehatan dan Potensi Ekonomi

Main Article Content

Davina Putriyani
Nurazizah Nurazizah
Siti Nurliana
Yasminda Azzahra
Aprianti Aprianti
Ermina Syainah
Syahrial Shaddiq
Steven Kenli

Abstract

Vitamin A merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan pada anak dan meningkatkan risiko penyakit dan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modifikasi labu kuning (curcubita moschata) pada donat sebagai camilan tinggi vitamin A untuk mencegah kekurangan vitamin A pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan anak-anak terhadap donat dengan penambahan labu kuning (cucurbita moschata) sebagai bahan substitusi. Penelitian dilakukan tanpa kelompok kontrol dengan satu perlakuan dan melibatkan 10 panelis anak usia sekolah. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur secara subjektif. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak menyukai produk donat labu kuning pada semua indikator uji organoleptik. Penambahan labu kuning memberikan warna kuning cerah yang menarik, rasa manis alami, aroma yang khas, dan tekstur yang lembut. Selain meningkatkan penerimaan sensorik, labu kuning juga diketahui mengandung beta-karoten yang bermanfaat dalam membantu mencegah kekurangan vitamin A pada anak. Oleh karena itu, donat labu kuning berpotensi sebagai alternatif pangan fungsional berbasis bahan lokal yang disukai oleh anak-anak. Dari sisi ekonomi, pemanfaatan labu kuning sebagai bahan lokal yang murah dan mudah diperoleh juga memberikan peluang untuk pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di bidang pangan sehat. Oleh karena itu, donat labu kuning berpotensi sebagai alternatif pangan fungsional berbasis bahan lokal yang tidak hanya menyehatkan anak-anak tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Article Details

Section

Articles