Perbandingan Penggunaan Pasir Cempaka Banjarbaru, Pasir Pantai Takisung dan Pasir Sungai Barito Pada Agregat Halus Untuk Perkerasan Laston AC-WC

Main Article Content

Melinda Kumala
Abdurrahman
Adhi Surya

Abstract

Aspal merupakan bahan utama dalam perkerasan jalan. Aspal memiliki beberapa jenis, yaitu aspal alam, aspal keras, aspal cair, dan aspal modifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dimana campuran aspal dengan membandingkan variasi pasir Sungai Barito, Pasir Cempaka Banjarbaru dan pasir Pantai Takisung disiapkan untuk diuji menggunakan uji Marshall. Hasil penelitian dengan variasi pasir Sungai Barito, pasir Cempaka Banjarbaru dan pasir Pantai Takisung dengan mengamati sifat-sifat campuran aspal hasil dari pengujian marshall yang meliputi VMA, VIM, VFB, Stabilitas dan Flow maka dari hasil peneilitian ini didapat Kadar Aspal Optimum variasi pasir Sungai Barito yaitu 5,75%, Kadar Aspal Optimum variasi pasir Cempaka Banjarbaruy aitu 6,00%, Kadar Aspal Optimum variasi pasir Pantai Takisung yaitu 5,25% dan nilai Stabilitas variasi pasir Sungai Barito yaitu 1240,00 kg, nilai Stabilitas variasi pasir Cempaka Banjarbaru yaitu 1661,50 kg, nilai Stabilitas variasi pasir Pantai Takisung yaitu 1871,06 kg yang artinya telah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 Divisi 6 revisi 2 untuk campuran beraspal Laston AC-WC. 

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Perbandingan Penggunaan Pasir Cempaka Banjarbaru, Pasir Pantai Takisung dan Pasir Sungai Barito Pada Agregat Halus Untuk Perkerasan Laston AC-WC. (2025). Jurnal Penelitian Teknik, 2(1), 1-8. https://journal.lp3ktk.com/index.php/jpt/article/view/98

References

American Society for Testing and Materials (ASTM). (1993). ASTM D 6927-97: Standard Test Method for Marshall Stability and Flow of Asphalt Mixtures. Philadelphia, PA: ASTM.

Anugerah, A. D., Fauziah, W., St Maryam, H., Syarkawi, M. T., & Bulgis, B. (2023). Studi Penggunaan Pasir Putih Masamba sebagai Alternatif Bahan Penyusun Campuran Aspal Beton dan AC-WC. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil, 5(1), 34-43.

Ariefahnoor, D., Hasanah, N., & Surya, A. (2020). Pengelolaan sampah Desa gudang tengah melalui manajemen bank sampah. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 3(1), 14-30.

Batara, I. M., & Mangontan, R. (2020). Pemanfaatan Agregat Sungai Lamasi Kabupaten Luwu Sebagai Campuran Lapisan Aspal Beton AC-WC. Paulus Civil Engineering Journal, 2(3), 171-179.

Bina Marga. (1987). Pedoman Umum Perkerasan Jalan (Edisi Revisi). Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga

Hartantyo, S. D., & Hermanto, B. (2019). Pengaruh Penggunaan Krikil Mantup Sebagai Bahan Perkerasan Jalan (AC-WC). UKaRsT, 3(2), 140-149.

Junaedi, D. R. (2020). Pengaruh Penggunaan Pasir Kuarsa Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Untuk Perkerasan Laston Ac-Bc. Jurnal Student Teknik Sipil, 2(2), 109-117.

Nofrianto, H., & Astika, S. D. (2023). Kajian Pasir Silika Sebagai Agregat Halus Pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (Ac–Wc) Berdasarkan Uji Marshall. Jurnal Teknologi dan Vokasi, 1(2), 53-66.

Pataras, M., Astira, I. F., Arliansyah, J., Rangkuti, P., & Roynaldo, B. (2017). Analisis penggunaan pasir pantai, darat, dan sungai terhadap kinerja laston dan lataston wearing course. Simposium II UNIID 2017, 2(1), 479-487.

Ramadhan, G. B., & Suparma, L. B. (2018). Pengaruh Penggunaan Pasir Kuarsa Pada Laston AC-WC Sebagai Pengganti Agregat Halus. Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia), 4(2), 91-104.

Rusbintardjo, I. G. (2013) ASPAL. Semarang Silvia Sukirman. 2003. Beton Aspal Campuran Panas. Granit: Jakarta

Surat, S., & Yasruddin, Y. (2015). Studi Pasir Sungai Sebagai Agregat Halus Pada Laston Permukaan (Asphaltic Concretewearing Course, AC-WC). POROS TEKNIK, 7(1).

Susanto, H. A. (2020). Pengaruh Penggunaan Filler Pasir Besi Dan Semen Dalam Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto), 21(1), 37-46.

Surya, A., & Noor, D. A. (2020). Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Pasar Desa Gudang Tengah Melalui Konsep 3 R dan Teknologi Lingkungan. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 2(2), 48-65.

Surya, A. (2019). Teknologi Tradisional Pembuatan Batu Bata Sungai Tabuk Kalimantan Selatan. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 10(1), 53-64.

Tirtawirya, P. A. (2000). Pasir Putih Pasir Laut (No. 2447). PT Balai Pustaka (Persero). Zamroni, Marlindo, J. (1999). Evaluasi Penggunaan Pasir Putih sebagai Penggantil Agregat Halus pada Split Mastic Asphalt (SMA) Grading 0/11 terhadap Karakteristik Campuran.